Senin, 07 Januari 2013

Merkantilisme, Imperialisme, Kolonialisme dan Kapitalisme

MERKANTILISME


Tokoh-tokoh merkantilisme dapat dibedakan menjadi dua golongan yakni golongan tua dan muda. Tokoh pertama yakni tokoh merkantilisme tua memiliki pandangan tidak sama dengan tokoh-tokoh dijaman kuno. Tokoh-tokoh yang termasuk pada kaum ini adalah, Frenchman J. Bodin, John Hales, Milles, Gerard de Malynes, dan Misselden. Kaum ini mendukung adanya pernyataan bahwa  Negara dikatakan berhasil jika Negara dapat memasukkan emas sebanyak-banyaknya kedalam negeri, sehingga Negara akan menjadi makmur dan kaya. Kemakmuran Negara dalam pemikiran kaum ini menitik beratkan kepada kepemilikan emas.  Karena pada kaum ini beranggapan bahwa emas memiliki kekuatan untuk menentukan kekayaan suatu Negara.


Kaum Merkantilis tua juga disebut sebagai kaum Bullion. Dalam konsep yang debrikan kaum bullion ini menganggap  bahwa dalam mencapai kekayaan Negara, Negara harus banyak mengekspor produk yang dibuat dalam negeri kepada Negara-negara lainnya untuk selanjutnya dapat memasukkan emas sebanyak-banyaknya ke dalam negerinya sendiri, emas tersebut harus diimpor dalam jumlah yang banyak. Jelaslah, dengan konsep yang diberikan kaum tua seperti ini sangat lah tidak benar dan mereka terkesan belum mengetahui hakekat dari perdagangan luar negeri itu sendiri yang pada dasarnya merupakan sector tumpuan pada Negara dengan paham merkantilisme.


Golongan muda yang juga disebut sebagai kaum merkantilisme muda merupakan kaum yang berada di luar tokoh merkantilisme tua. Golongan ini di prakarsai oleh beberapa tokoh-tokoh penting seperti, Thomas mun, Sir William Petty, Sir Dudley North, Richard Contillon, David Hume, dan John Locke.


Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa tokoh merkantilisme yang berasal dari golongan tua maupun golongan muda.


1.      Jean Bodin (1530-1596)


Jean Bodin adalah seorang ilmuwan berbangsa Perancis, yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan teori tentang uang dan harga. Menurutnya, bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga barang-barang. Selain itu, kenaikan harga-harga barang juga dapat disebabkan oleh praktik monopoli dan pola hidup mewah dari kaum bangsawan dan raja. Dalam praktik tersebut, biasanya rakyat menjadi korban, sehingga sangat dikecam pada saat itu. 


Dalam bukunya yang berjudul Reponse Aux Paradoxes de Malestroit (1568), dikemukakan oleh bodin, naiknya harga-harga barang secara umum disebabkan oleh 5 faktor, yakni :


1.      Bertambahnya logam mulia seperti perak dan emas.


2.      Praktek momopoli yang dilakukan oleh dunia swasta paupun peran Negara.


3.      Jumlah barang di dalam negeri menjadi langka oleh karena sebagian hasil produksi di ekspor.


4.      Pola hidup mewah kalangan bangsawan dan raja-raja.


5.      Menurunnya nilai mata uang logam karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan.


Bodin Sependapat dengan Machiavelli bahwa Negara mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadap warga Negara, karena Negara berada di atas hokum. Sebenarnya teori yang dikemukakan oleh bodin ini agak berlebihan, akan tetapi teori ini mencerminkan kebutuhan Negara-negara menciptakan kemakmuran bagi setiap rakyatnya.


Menanggapi perilaku mewah-mewahan yang dilakukn oleh para kaum bangsawan, Jean Bodin menekankan apabila jumlah cadangan yang berupa perediaan emas tersebut lebih baik disimpan terlebih dahulu, dan pengeluaran dilakukan secara hemat dan berhati-hati yang akan berujung pada terkendalinya inflasi. \


Teori Jean Bodin tentang nilai uang dinilai sangat maju, maka dari itu dalam selang waktu sekitar nasional yang sedang tumbuh akan kekuasaan untuk menjaga kestabilan ekonomi dan


setangah abad, Irving Fisher menggunakannya sebagai dasar teorinya yakni teori kuantitas uang.


 


2.      Thomas Mun (1571-1641)


Thomas Mun adalah seorang saudagar kaya yang berasal dari Inggris. Dia banyak menulis tentang perdagangan luar negeri. Buku yang ditulisnya dan sempat menjadi karya yang terkenal berjudul England’s Treasure by Foreign Trade adalah salah satu sumbangan besar terhadap teori perdagangan luar negeri.  Thomas Mun mengecam kaum bullion yang melarang mengalirnya emas keluar negeri.


Menurut Mun, untuk meningkatkan kekayaan Negara, cara yang biasa dilakukan adalah lewat erdagangan. Dia berpedoman bahwa nilai ekspor keluar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang di impor oleh Negara itu. Menurutnya pula, perdagangan masih tetap akan menguntungkan sekalipun tidak memiliki emas dan perak, dengan cara melakukan transaksi pembayaran lewat bank. Yang digunakan sebagai jaminan kredit adalah komoditi yang sedang diperjual-belikan itu.


Suatu Negara yang memiliki terlalu banyak uang justru tidak baik karena menaikkan harga-harga, dan meskipun kenaikan tersebut akan meningkatkan pendapatan para pengusaha, namum kenaikan tersebut secara umum langsung merugikan dan mengurangi volume perdagangan, karena harga yang tinggi akan mengurangi konsumsi dan permintaan.


Thomas Mun adalah seorang penulis sekaligus Ekonom dari Inggris yang pertama kali mengemukakan landasan teori yang kuat tentang neraca perdagangan. Namanya sangat dominan di mata publik Inggris selama masa depresi ekonomi tahun 1620. Banyak orang menyalahkan East India Company atas penurunan perekonomian karena perusahaan tersebut membiayai perdagangannya dengan mengekspor emas senilai Ł30.000 dalam setiap pelayarannya.


Dalam bukunya yang berjudul A Discourse of Trade, from England into the East Indies (1621), Mun berpendapat bahwa selama total ekspor Inggris melebihi total impor dalam proses perdagangan, ekspor emas tidaklah berbahaya. Tetapi kemudian argumen ini disinyalir telah dibuat atas dasar kepentingan tertentu: Mun pun kemudian berafiliasi dengan East India Company dan diangkat ke komisi perdagangan pada tahun 1622. Thomas Mun dapat dikatakan adalah pelopor perdagangan bebas di Inggris, karena ia percaya bahwa kepemilikan emas suatu negara adalah ukuran utama dari kekayaan dan bahwa pemerintah harus mengatur perdagangan untuk mendapatkan lebih banyak emas. Ekonom-ekonom yang muncul sesudahnya, mulai dari Adam Smith dan seterusnya, kemudian menunjukkan bahwa perdagangan mengatur dirinya sendiri dan pemerintah yang berusaha untuk menimbun mata uang atau emas hanya akan membuat negara mereka memburuk. Sebuah pengembangan lebih lanjut dari ide-ide Mun muncul dalam sebuah buku berjudul England’s Treasure yang ditulis oleh Forraign Trade, yang tidak dipublikasikan sampai tahun 1664 -puluhan tahun setelah kematian Thomas Mun.


Thomas Mun dianggap sebagai figur yang telah menulis langkah-langkah penentu dalam sejarah perdagangan bebas. Meskipun benar bahwa ide-idenya sangat cemerlang, perlu dicatat bahwa motivasi untuk tulisannya tidak bebas dari kepentingan pihak-pihak tertentu. Mun adalah seorang direktur dari East India Company selama krisis specie di Inggris pada awal abad 17. Saat itu, rakyat kerap menyalahkan ekspor perak yang dilakukan oleh perusahaan tersebut ke Asia. Dilihat dari sudut ini, tulisan-tulisan Mun yang dapat dilihat sebagai suatu justifikasi atas tindakan-tindakan perusahaan, yang ditulis dengan gaya nasionalis untuk menenangkan para anggota parlemen yang non-pedagang.


Meskipun Mun gagal membangun sebuah teori aliran perdagangan tertentu, ia menyadari hubungan antara jumlah uang dan tingkat harga. Dia percaya bahwa teori kuantitas uang dan menganjurkan ekspor emas. Mun membenarkan ini semata-mata dengan alasan bahwa jumlah uang yang lebih besar akan kembali melalui perdagangan internasional dalam bentuk barang, serta bahwa harga tinggi dapat mengurangi ekspor dan bahwa neraca ekspor ditetapkan melalui kebijakan nasional.


 


3.      Jean Baptis Colbert (1619-1683)


J. B. Colber adalah seorang pejabat Negara Perancis dengan kedudukan sebagai Menteri Utama di Bidang Ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Louis XIV. Tujuan yang dibuat olehnya lebih mengarah pada kekuasaan dan kejayaan Negara daripada untuk meningkatkan kekayaan orang-perorang.


Ia mendorong usaha dalam sector kerajinan dan perdagangan dengan menekankan pengenaan pabea impor, dengan tujuan memberikan subsidi kepada kapal-kapal pengangkut Perancis, memperluas daerah jajahan Perancis, memperbaiki sisitem transportasi dalam negeri. Untuk mendukung kebijakan tersebut dibutuhkan tenaga kerja yang banyak dan murah, maka tenaga kerja Perancis dilarang keluar negeri, sedangkan imigran dari luar negeri di dorong masuk ke dalam Negara.


J. B. Colbert menjamin hak monopoli yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan guna mendorong timbulnya perusahaan baru khususnya untuk perdagangan antar Negara. Ia melakukan rangsangan terhadap penemuan-penemuan baru serta membangun industry-industri percontohan. Ia juga mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dengan mendirikan akademi-akademi, perpustakaan, dan memberikan subsidi ke setiap sector ekonomi.


Dalam praktik ekonomi, banyak terjadi aliansi antara para saudagar dengan penguasa. Kaum saudagar disini memperkuat dan mendukung kedudukan dari penguasa. Penguasa pun member bantuan dan perlindungan berupa monopoli, proteksi, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Pada abad tersebut, eropa dianggap sebagai kapitalisme komersial, yang kadangkala disbut sbeagai kapitalisme saudagar karena kaum saudagarlah yang memegang kendali perekonomian.


 


4.      Sir William Petty (1623-1687)


Sebagai ahli akademisi yang mengajar di Oxford Universty, Sir William banyak menuliskan tentang buku ekonomi politik. Selain itu, Petty juga dikenal sebagai inonator, ahli bahasa, dokter, ahli usik, pelaut, dan wakil direktur di suatu akademi.


Dalam karyanya yang berjudul A treatise of Taxes and Contributions (1662), yang berisi tentang teori yang menyatakan bahwa bukanlah jumlah hari kerja yang menentukan nilai suati barang, melainkan biaya yang diperlukan agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja.


Dalam hal uang, menurutnya uang diperluka dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dari yang diperlukan dapat mendatangkan kemhudaratan. Harga untuk uang adalah bunga modal, dengan demikian, semakin besar jumlah uang beredar, maka bunga modal turun, hal ini akan mendorong kegiatan usaha. Ia juga berpendapat bahwa tingkat harga yang bervariasi proporsionalnya dengan jumlah uang yang beredar. Teori inilah yang juga dikembangkan oleh Irving Fisher untuk Teori Kuantitas Uang nya.


Karya yang lainnya adalah Political Arithmetic (1676), dalam karyanya ini, ia menggambarkan bidang metodologi ekonomi. Dengan terbitnya buku ini maka studi statsitika semakin berkembang di Inggris. Dialah yang mengemukakan pertama kali tentang nilai tenaga kerja yang kurang dimengerti oleh ahli-ahli berikutnya sampai tokoh kaum klasik yang bernama David Ricardo.


Lahir di keluarga kelas menengah, ia telah menjadi anak buah kapal sejak usia muda, sebelum pada usia 14 tahun belajar di College of the Jesuits di Caen. Pada 1652, ia melakukan perjalanan dengan seorang tentara bernama Oliver Cromwell ke Irlandia, di sana mereka berpraktik sebagai dokter umum. Sebagai oposisi untuk universitas konvensional, yang dilakukannya demi perkembangan 'ilmu baru' setelah terinspirasi oleh Francis BAcon ia terdorong untuk melanjutkan studi di Oxford University.


Minat pada ekonomi membuatnya tertarik untuk mengembangkan metode yang efisien untuk survei tanah di Cromwell. Beliau menjadi anggota Parlemen Inggris dalam waktu singkat dan juga seorang ilmuwan, penemu, dan pengusaha, dan merupakan anggota dari Royal Society. Tetapi yang membuatnya paling dikenal publik adalah filosofi 'laissez-faire' dalam kaitannya dengan kegiatan pemerintah. Dia dinobatkan sebagai ksatria (bergelar Sir) pada tahun 1661. Beliau juga adalah kakek buyut dari Perdana Menteri Inggris, William Petty Fitzmaurice, 2nd Earl of Shelburne dan 1st Marquess of Landsdowne.


Kontribusi William Petty sangat besar bagi sejarah ekonomi dan tulisan statistik pra-Adam Smith. Karya Petty dalam aritmatika politik, bersama dengan karya John Graunt, meletakkan dasar untuk teknik sensus modern. Selain itu, karya tentang analisis statistik lebih diperluas oleh para penulis, lalu didokumentasikan beberapa pameran pertama dari asuransi modern. Vernon Louis Parrington mencatat Petty sebagai ekspositor awal dari teori nilai kerja seperti yang dibahas dalam Tax Treatise pada 1692.


Ide-idenya yang masih digunakan sampai sekarang meliputi pembagian divisi kerja, teori fiskal, perhitungan pendapatan nasional, teori moneter, dan statistik ekonomi. Pada tahun 1858, Henry Petty-Fitzmaurice, 3rd Marquess of Lansdowne, salah satu keturunannya mendirikan monumen peringatan bagi Sir William Petty di Romsey Abbey.


  1. Sir Dudley North (1641-1691)


North adalah salah satu tokoh yang mendukung adanya perdagangan bebas tanpa adanya campur tangan dan intervensi dari pemerintah melalui perundang-undangan dan segala peraturannya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu lagi mencegah larinya emas keluar negeri selama emas tersebut digunakan sebagai keperluan perdagangan.


Dalam pernyataanya, fungsi uang dalam perekonomian suatu Negara adalah sebagai alat untuk memajukan perdagangan dan bukan untuk symbol kekayaan Negara. Negara akan jatuh miskin apabila uangnya digunakan untuk peperangan dan kepentingan pembayaran untuk Negara lain. Menurutnya, bunga uang yang rendah akan mendorong perdagangan dan kemudian akan memperkaya Negara.


 


 


6.      David Hume (1711-1776)


Dalam teorinya, hume sangat memperhatikan factor keadilan, dan beranggapan bahwa ketidekadilan akan memperlemah suatu Negara. Setiap warga Negara harus menikmati hasil kerjanya sesuai dengan  kesempatan yang diperolehnya.


Jika tidak terjadi keadilan, maka kekayaan yang dimiliki oleh kaum kaya akan di distribusikan lagi bagi kaum miskin. Dengan cara itu, maka dapat terlaksanakan keadilan yang diinginkan oleh Hume tersebut.


Berikut ini adalah teori Hume yang terkenal :


“Price Specie-flow Mechanism”, David Hume presented areasonably complete description of the interrelationship between a country’s balance of trade, the quantity of money, and the general level of prices. In international trade theory this has becaome known as the price specie-flow mechanism.


Dalam teorinya ini, Hume membahas tentang hubungan antara neraca perdagangan dengan jumlah uang dan tingkat harga barang-barang umum pada suatu Negara (Teguh Sihono, 2008).


            David Hume (lahir 26 April 1711 – meninggal 25 Agustus 1776 pada umur 65 tahun) adalah filsuf Skotlandia, ekonom, dan sejarawan. Dia dimasukan sebagai salah satu figur paling penting dalam filosofi barat dan Pencerahan Skotlandia. Walaupun kebanyakan ketertarikan karya Hume berpusat pada tulisan filosofi, sebagai sejarawanlah dia mendapat pengakuan dan penghormatan. Karyanya The History of England merupakan karya dasar dari sejarah Inggris untuk 60 atau 70 tahun sampai Karya Macaulay[3]


Hume merupakan filsuf besar pertama dari era modern yang membuat filosofi naturalistis. Filosofi ini sebagian mengandung penolakan atas prevalensi dalam konsepsi dari pikiran manusia merupakan miniatur dari kesadaran suci; sebuah pernyataan Edward Craig yang dimasukan dalam doktrin 'Image of God'.Doktrin ini diasosiasikan dengan kepercayaan dalam kekuatan akal manusia dan penglihatan dalam realitas, dimana kekuatan yang berisi seritikasi Tuhan. Skeptisme Hume datang dari penolakannya atas ideal di dalam'.


Hume sangat dipengaruhi oleh empirisis John Locke dan George Berkeley, dan juga bermacam penulis berbahasa Perancis seperti Pierre Bayle, dan bermacam figur dalam landasan intelektual berbahasa Inggris seperti Isaac Newton, Samuel Clarke, Francis Hutcheson Adam Smith dan Joseph Butler


 


     Pokok-pokok Ajaran Merkantilisme


Berikut ini adalah 7 ajaran pokok dari merkantilisme dalam buku perkembangan pemikiran ekonomi oleh Teguh Sihono, 2008. Tujuh hal pokok dalam ajaran merkantilisme yakni :


1.               Logam Mulia berupa Emas dan Perak adalah jenis kekayaan yang sangat diinginkan. Beberapa kaum merkantilis mempercayai bahwa logam mulia adalah satu-satunya kekayaan yang berharga untuk dicari.


2.               Merkantilisme mengajarkan tentang nasionalisme. Tidak semua Negara menikmati surplus dari ekspor besar dan mengumpulkan kekayaan dari pembayaran yang dilakukan dengan negeri tetangga. Hanya kekuatan orang yang dapat mempertahankan koloninya dan mendominasi lalulintas perdagangannya, akan sanggup bersaing dengan Negara-negara lain dan sukses dalam persaingan ekononomi.


3.               Menganjurkan impor bahan mentah tanpa pajak bilamana barang itu dapat diproduksikan didalam negeri dan pengeluaran barang-barang mentah.


4.               Pedagang-pedagang kapitalis percaya bahwa penguasaan atau dominasi serta monopoli di daerah colonial adalah untuk keuntungan Negara penjajah. Mereka juga berusaha agar Negara jajahan tergantung pada Negara jajahan.


5.               Merkantilis memperbolehkan adanya monopoli dan perdagangan bebas disini dalam hal perpajakan saja, yang tidak sama dengan prinsip perdagangan bebas, sehingga tidak semua orang bebas menggunakan modalnya dengan hak-hak utama/ free trade.


6.               Menghendaki pemerintah sentral yang kuat untuk dapat melaksanakan peraturan-peraturan di dalam bidang perdagangan dan perusahaan. Pemerintah mengijinkan hal-hal untuk mengadakan monopoli guna melakukan perdagangan luar negeri.


Meskipun mengutamakan kekayaan bangsa, akan tetapi merkantilis tidak mendorong untuk kekayaan sebagian besar penduduk. Dalam kenyataanya kaum merkantilis senang akan masyarakat atau penduduk yang bekerja giat, yang mampu menyediakan tenaga kerja murah dan tentara serta kelasi yang siap untuk bertempur demi kejayaan bangsa serta memperkaya pemimpin-pemimpin mereka.


IMPERIALISME


 


Istilah imperialisme yang diperkenalkan di Perancis pada tahun 1830-an ,


imperium Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1830-an, istilah ini diperkenalkan oleh


penulis Inggris untuk menerangkan dasar-dasar perluasan kekuasaan yang dilakukan


oleh Kerajaan Inggris. Orang Inggris menganggap merekalah yang paling berkuasa


(Greater Britain) karena mereka telah banyak menguasai dan menjajah di wilayah


Asia dan Afrika. Mereka menganggap bahwa penjajahan bertujuan untuk


membangun masyarakat yang dijajah yang dinilai masih terbelakang dan untuk


kebaikan dunia.


           


 


 


Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan


kebuadayaan Barat ke seluruh dunia. Oleh karena itulah, imperialisme bukan hanya


dilihat sebagai penindasan terhadap tanah jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah, keperluan untuk mendapatkan


bahan mentah adalah dampak dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris.


Sedangkan Imperialisme modern bermula setelah Revolusi Industri di


Inggris tahun 1870-an. Hal yang menjadi faktor pendorongnya adalah adanya


kelebihan modal dan Barang di negara-negara Barat. Selepas tahun 1870-an , negaranegara


Eropa berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan


Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah penyuplai bahan baku dan


juga sebagai daerah pemasaran hasil industri mereka.


Dasar Imperialisme ini dilaksanakan demi agama, mereka menganggap bahwa


menjadi tugas suci agama untuk menyelamatkan manusia dari segala macam


penindasan dan ketidakadilan terutama di negara-negara yang dianggap terbelakang


seperti para misionaris Kristen yang menganggap misi penyelamat ini sebagai The


White Man Burden


 


KOLONIALISME


 


Sejarah perkembangan kolonialisme bermula ketika Vasco da Gama dari


Portugis berlayar ke india pada tahun 1498. Di awali dengan pencarian jalan ke


Timur untuk mencari sumber rempah-rempah perlombaan mencari tanah jajahan


dimulai. Kuasa Barat Portugis dan Spanyol kemudian diikuti Inggris dan Belanda


berlomba-lomba mencari daerah penghasil rempah-rempah dan berusaha


mengusainya. Penguasaan wilayah yang awalnya untuk kepentingan ekonomi


akhirnya beralih menjadi penguasaan atau penjajahan politik yaitu campur tangan


untuk menyelesaikan pertikaian, perang saudara, dan sebagainya. Ini karena kuasa


kolonial tersebut ingin menjaga kepentingan perdagangan mereka daripada


pergolakan politik lokal yang bisa mengganggu kelancaran perdagangan mereka.


 


Kolonialisme berkembang pesat setelah perang dunia I. Sejarah kolonialisme


Eropa dibagi dalam tiga peringkat. Pertama dari abad 15 hingga Revolusi industri


(1763) yang memperlihatkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol dan Portugis.


Kedua, setelah Revolusi Industri hingga tahun 1870-an. Ketiga, dari tahun 1870-an


hingga tahun 1914 ketika meletusnya Perang Dunia I yang merupakan puncak


pertikaian kuasa-kuasa imperialis


Tokoh Kapitalisme


·         Francois Quesnay . Lahir di Versailes Perancis dan bekerja sebagai dokter di istana Louis XV. Tetapi ia lbh mengutamakan bidang ekonomi dan mendirikan aliran lesphisiocrates. Tahun 1756 ia menerbitkan dua buah makalah tentang para petani dari selatan. Pada tahun 1758 ia menerbitkan tabel ekonomi yg disebut La Tableau Economique yang di dalamnya digambarkan peredaran uang di dalam masyarakat sebagai peredaran darah. Tentang tabel tersebut Mirabeau berkata “Di dunia ini terdapat tiga penemuan besar yaitu tulisan mata uang dan tabel ekonomi.”


·         John Locke meramu teori naturalisme liberal. Tentang hak milik ia berkata “Hak milik pribadi adl salah satu hak alam dan instink yg tumbuh bersama pertumbuhan manusia. Karena itu tak ada seorangpun yg mengingkari instink ini.”


·         Adam Smith adl penganut aliran klasik terkenal. Ia lahir di kota Kirkcaldy Scotlandia. Belajar filsafat dan pernah menjadi guru besar logika di Universitas Glasgow. Tahun 1766 ia pergi ke Perancis dan bertemu dgn para penganut liberalisme. Tahun 1776 ia menerbitkan Penelitian Alam dan Sebab-sebab Kekayaan Manusia. Buku inilah yg dikatakan kritikus Edmund Burke sebagai karya tulis teragung yg pernah ditulis manusia.


·         David Ricardo yg membahas hukum pembagian hasil percapita dalam ekonomi kapitalisme. Teorinya yg terkenal ialah Hukum Pengurangan Penghasilan. Kata orang ia berorientasi falsafi yg bercampur dgn dorongan moral. Hal ini didasarkan kepada ucapannya “Segala perbuatan dipandang menghilangkan moral jika bukan keluar dari perasaan cinta kepada orang lain.”


·         Robert Malhus seorang ekonom Inggris klasik yg dikenal pesimistis. Ia penemu teori kependudukan yg populer bahwa jumlah penduduk berkembang menurut deret ukur sedangkan produksi pertanian berkembang menurut deret hitung.


·         John Stuart Mill yg dipandang sebagai penghubung aliran individualisme dgn aliran sosialisme. Tahun 1836 ia menerbitkan buku yg berjudul “Prinsip-prinsip Ekonomi Politik


·         Lord Keynes teorinya berkisar tentang pengangguran dan lapangan kerja. Teori ini telah melampaui teori-teori yg lain. Karena itu dialah yg berjasa dalam menciptakan lapangan kerja secara utuh bagi suatu kekutan aktif di masyarakat kapitalis. Teori-teorinya itu disebut dalam bukunya yg berjudul “Teori Umum Tentang Lapangan Kerja Bursa dan Mata Uang”. Buku ini beredar pada tahun 1930.


·         David Hume penemu teori pragmatisme yg integratif. Ia mengatakan Hak milik khusus adl tradisi yg dianut masyarakat yg harus diikuti. Sebab disanalah manfaat mereka.”


 


Prinsip-prinsip Kapitalisme


  • Perfect Competition .

  • Price system sesuai dgn tuntutan permintaan dan kebutuhan dan bersandar pada peraturan harga yg diturunkan dalam rangka mengendalikan komoditas dan penjualannya.

  • Mencari keuntungan dgn berbagai cara dan sarana kecuali yg terang-terangan dilarang negara krn merusak masyarakat seperti heroin dan semacamnya.

  • Mendewakan hak milik pribadi dgn membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yg ada utk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yg menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yg cocok utk meningkatkan dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yg yg sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan keamanan.


Bentuk Kapitalisme


  • Sistem Kartel yaitu kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan utk memonopoli pasar dan pemerasan seluas-luasnya. Aliran ini tersebvar di Jerman dan Jepang.

  • Sistem Trust yaitu sebuah sistem yg membentuk satu perusahaan dari berbagai perusahaan yg bersaing agar perusahaan tersebut lbh mampu berproduksi dan lbh kuat utk mengontrol dan menguasai pasar.

  • Kapitalisme perdagangan yg muncul pada abad ke-16 setelah dihapusnya sistem feodal. Dalam sistem ini seorang pengusaha mengangkat hasil produksinya dari satu tempat ke tempat lain sesuai dgn kebutuhan pasar. Dengan demikian ia berfungsi sebagai perantara antara produsen dan konsumen

  • Kapitalisme industri yg lahir krn ditopang oleh kemajuan industri dgn penemuan mesin uap oleh James Watt tahun 1765 dan mesin tenun tahun 1733. Semua itu telah membangkitkan revolusi industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke-19. Kapitalisme industri ini tegak di atas dasar pemisahan antara modal dan buruh yakni antara manusia dan mesin.


 


Pemikiran dan Keyakinan-keyakinan lainnya Aliran naturalisme yg merupakan dasar kapitalisme ini sebenarnya menyerukan hal-hal sebagai berikut :


  • Kebebasan ekonomi bagi tiap individu di mana ia mempunyai hak utk menekuni dan memilih pekerjaan yg sesuai dgn kemauannya. Tentang kebebasan seperti ini diungkapkan dalam sebuah prinsip yg sangat masyur dgn semboyan Biarkan ia bekerja dan biarkan ia berlalu.”

  • Kehidupan ekonomi yg tunduk kepada sistem natur yg bukan buatan manusia. Dengan sifat seperti itu akan mampu mewujudkan pengembangan hidup dan kemajuan secara simultan.

  • Tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi dan membatasi tugasnya hanya utk melindungi pribadi-pribadi dan kekayaan serta menjaga keamanan dan membela negara.

  • Kepercayaan kapitalisme terhadap kebebasan yg tiada batas telah membawa kekacauan keyakinan dan perilaku. Ini melahirkan berbagai konflik di Barat yg kemudian melanda dunia sebagai akibat dari kehampaan pemikiran dan kekosongan ruhani.

  • Rendahnya upah dan tuntutan yg tinggi mendorong tiap anggota keluarga bekerja. Akibatnya tali kekeluargaan putus dan sendi-sendi sosial di kalangan mereka runtuh.


Pendapat Adam Smith yg paling penting ialah tentang ketergantungan peningkatan perekonomian kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan ekonomi yg tercermin pada Kebebasan individu yg memberikan seseorang bebas memilih pekerjaannya sesuai dgn kemampuannya yg dapat mewujudkan penghasilan yg dapat memenuhi kebutuhan dirinya. Kebebasan berdagang di mana produktivitas peredaran produksi dan distribusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas.


Kaum kapitalis memandang kebebasan adl suatu kebutuhan bagi individu utk menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat. Sebab kebebasan itu adl suatu kekuatan pendorong bagi produksi krn ia benar-benar menjadi hak manusia yg menggambarkan kehormatan kemanusiaan.


Segi-segi Negatif Kapitalisme


  • Perampasan tenaga produktif.Kapitalisme membuat para tenaga kerja sebagai barang komoditas yg harus tunduk kepada hukum permintaan dan kebutuhan yg menjadikan dia sebagai barang yg dapat ditawarkan tiap saat. Pekerja ini bisa jadi sewaktu-waktu diganti dgn orang lain yg upahnya lbh rendah dan mampu bekerja lbh banyak dan pengabdiannya lbh baik.

  • Pengangguran.Suatu fenomena umum dalam masyarakat kapitalis ialah munculnya pengangguran yg mendorong pemilik perusahaan utk menambah tenaga yg akan memberatkannya.

  • Kehidupan yg penuh gejolak.Ini adl akibat logis dari persaingan yg berlangsung antara dua kelas. Yang satu mementingkan pengumpulan uang dgn segala cara. Sedangkan yg satu lagi tidak diberi kesempatan mencari sendiri kebutuhan pokok hidupnya tanpa kenal belas kasihan.

  • Penjajahan.Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru utk memasarkan hasil produksinya kapitalisme memasuki petualangan penjajahan terhadap semua bangsa. Pada mulanya dalam bentuk penjajahan ekonomi pola pikir politik dan kebudayaan. Kemudian memperbudak semua bangsa dan mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.

  • Peperangan dan malapetaka.Ummat manusia telah menyaksikan berbagai bentuk pembunuhan dan pembantaian luar biasa biadabnya. Itu terjadi sebagai akibat logis dari sebuah penjajahan yg menimpa ummat manusia di bumi yg melahirkan bencana paling keji dan kejam.

  • Kejam.Kapitalisme sering memusnahkan begitu saja komoditas yg lebih dgn cara dibakar atau dibuang ke laut krn khawatir harga akan jatuh disebabkan banyaknya penawaran. Mereka berani melakukan itu padahal masih banyak bangsa-bangsa yg menjerit kelaparean.

  • Boros.Orang-orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan besar-besaran tanpa peduli kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yg mereka cari keuntungan belaka.

  • Tidak berperikemanusiaan.Orang kapitalis sering mengusir begitu saja seorang buruh krn alasan tenaganya kurang produktif. Tetapi kekejaman ini mulai diperingan akhir-akhir ini dgn adanya perbaikan dalam tubuh kapitalisme.

  • Egoistik.Dalam sistem kapitalisme individu dan sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar utk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum.

  • Monopolostik.Dalam sistem kapitalisme seorang kapitalis memonopoli komoditas dan menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar ia mengeluarkannya utk dijual dgn harga mahal yg berlipat ganda mencekik konsumen dan orang-orang lemah.

  • Terlalu berpihak kepada hak milik pribadi.Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi. Sedangkan komunisme malah menghilangkan hak milik pribadi.

  • Persaingan.Sistem dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga. Semua orang berlomba mencari kemenangan. Sehingga kehidupan dalam sistem kapitalisme berubah menjadi riba di mana yg kuat menerkam yg lemah. Hal ini sering menimbulkan kebangkrutan pabrik atau perusahaan tertentu.

  • Orang kapitalisme berpegang kepada prinsip demokrasi politik dan pemerintahan. Pada umumnya demokrasi yg mereka gembar-gemborkan dibarengi dgn hawa nafsu  yg mendominasi dan jauh dari kebenaran dan keadilan.

  • Sistem kapitalisme tegak di atas landasan riba. Sedangkan riba merupakan akar penyakit yg membuat seluruh dunia menderita.


Perbaikan-perbikan Kapitalisme Inggris sampai tahun 1875 merupakan negara kapitalis terbesar dan termaju. Tetapi pada perempat akhir abad ke-19 muncul Amerika Serikat dan Jerman. Menyusul Jepang setelah perang dunia ke-2.


Pada tahun 1932 di Inggris negara mulai langsung melakukan campur tangan secara basar-besaran. Di Amerika campur tangan negara mulai ditingkatkan sejak tahun 1933. Di Jerman campur tangan negara dimulai sejak Hitler. Tujuannya tidak lain hanyalah memelihara kesinmbungan kapitalisme.


Campur tangan negara ini terutama dalam bidang perhubungan pengajaran dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara dan masa peraturan yg bersifat sosial seperti asuransi sosial dan orang-orang jompo pengangguran orang lemah pemeliharaan kesehatan perbaikan pelayanan dan peningkatan taraf hidup.


Kapitalisme mulai berorientasi kepada perbikan sektoral disebabkan munculnya kaum buruh sebagai kekuatan produktif di negara-negara demokrasi tekanan dari komite hak-hak azasi manusia dan utk membendung ekspansi komunisme yg berpura-pura menolong kaum buruh dan mengklaim sebagai pembelanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar